Home | Sitemap


SEKRETARIAT PUSAT PPPI
Jalan Wolter Monginsidi No.88A
Lantai 2 Kebayoran Baru
Jakarta 12170
Tel. +6221 725 2617, +6221 913 06 913, +6221 707 45 580
Fax. +6221 725 2613

Tentang PPPI ›
Hubungi Kami ›
Kitab EPI ›



SEJARAH PERIKLANAN INDONESIA
1744 - 1984

Sejarah merupakan bagian yang penting dari kehidupan umat manusia. Karena sejarah memperlihatkan kepada kita suatu perjalanan panjang, sehingga kita ambil hikmah untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Karena itu sejarah periklanan merupakan bagian yang sangat penting dari kehidupan dan masa depan masyarakat, utamanya masyarakat periklanan.Sejarah Periklanan Indonesia akan memperlihatkan proses perkembangan dan pengembangan periklanan Indonesia mulai dari keberadaannya sekedar sebagai pengumuman datangnya sebuah kapal dagang tahun 1744 Bataviaasche Nouvelles sampai perannya sebagai alat komunikasi pemasaran dewasa ini. 

Penerbitan buku periklanan ini sendiri mempunyai sejarahnya. Pengambil prakarsa untuk menerbitkan buku ini tidak jelas. Namun "sejarah" gagasan untuk menerbitkan buku ini sudah terentang sejak tahun 1981, ketika Sdr. Indra Abidin menjabat Ketua Umum PPPI. Dalam suatu pertemuan dengan Direktur Jenderal Pembinaan Pers dan Grafika yang waktu itu dijabat oleh Soekarno S.H., yang juga dihadiri oleh Pengurus Pusat PPPI, ia meminta PPPI untuk mulai menyusun Sejarah Periklanan Indonesia. Menurutnya, komponen pers lainnya, Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sudah memiliki buku sejarahnya sendiri. Sedangkan Serikat Grafika Pers

(SGP), kendati belum memiliki, namun kiprahnya sudah dapat disimak dari sejarah-sejarah SPS ataupun PWI.

Meskipun gagasan tersebut sudah lama, namun kondisi periklanan hingga beberapa tahun kemudian tidak mungkin menempatkannya dalam skala prioritas. Begitu pula ketika Baty Subakti ditugaskan meneruskan jabatan Ketua Umum sejak tahun 1984. Dia bahkan mengaku hanya mampu menjadikannya sebagai obsesi pribadi.

Namun pada Kongres VIII PPPI di Padang tahun 1990 penulisan sejarah Periklanan berhasil dimasukkan sebagai salah satu program asosiasi, oleh Henry Saputra, salah satu aktivitas asosiasi, dengan ketentuan sudah harus selesai sebelum Kongres berikutnya.

Karena itu, saya sangat gembira bahwa buku Sejarah Periklanan Indonesia ini dapat diselesaikan sesuai dengan amanat Kongres. Keberhasilan ini tidak terlepas dari usaha serta jerih payah gugus tugas yang dipimpin oleh Baty Subakti dan beranggotakan antara lain; Muhammad Napis, Henry Fitriani, Ita Puspitasari, Lenny Puspitasari, Razif, Bambang Saptono, Yuli Noor Hasan, Agoes Shitox dan Widyanta.

Penyusunan dan penulisan buku sejarah ini bukan sekedar kumpulan dari catatan-catatan sejarah pengiklan, perusahaan periklanan, media periklanan ataupun iklan-iklan itu sendiri, namun ia telah mampu menjadi acuan bagi keseluruhan sasaran, tujuan, gagasan, proses, materi dan etika periklanan. Bahkan memberi pula wawasan dan visi bagi para praktisi periklanan dari masa ke masa secara informatif dan edukatif.

Harapan saya, ikhtisar penulisan sejarah periklanan dapat dilanjutkan terus baik untuk menyempurnakan bahan-bahan yang sudah terhimpun dalam buku ini, maupun sebagai kelanjutannya (periode 1981 hingga sekarang). Saya harap bahwa buku sejarah periklanan ini akan bermanfaat bagi generasi mendatang, para pendidik maupun siswanya, serta para pemerhati periklanan lainnya. Kepada segenap anggota gugus tugas penyusun saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya, semoga amal bakti Saudara-saudara mendapat perkenan dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Selamat Membaca,
Yusca Ismail


 




                    
Iklan “BUILD IN” dalam Sudut Pandang Etika Pariwara di Indonesia
Kitab EPI sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini dan sudah mencantumkan beberapa pasal yang mengatur iklan-iklan "build-in" khususnya di media Radio/Televisi (media elektronik)... lengkap›
Bersiaplah Untuk Jawa Pas Ad Festival 2007
Karya-karya print ad terbaik yang telah ditayangkan di Harian Jawa Pos selama periode 1 tahun berhak untuk mengikuti kegiatan ini baik karya nasional maupun local dengan pembedaan katagori entri Nasional dan Metropolis, sehingga diharapakan... lengkap›
Materi Iklan Harus Dari Dalam Negeri››

Diskusi EPI : Penggunaan Kata/istilah Superlatif››

Acuan dari Badan POM RI untuk Iklan-iklan Multivitamin››