
SEJARAH PERIKLANAN INDONESIA 1744 - 1984
Metode persuasi periklanan dan penggunaan teknologi mesin
cetak oleh surat kabar, ternyata telah mengubah wajah Eropa
dan Amerika pada awal abad ke-20. Utamanya, dalam menggeser
sebagian fungsi juru-jual (salesman), yang menawarkan produk
dari rumah ke rumah. Bahkan perusahaan periklanan kian kukuh
tempatnya dalam keseluruhan sistem produksi dam pemasaran.
Hal ini bukan saja telah, dan terus berlangsung di Eropa dan
Amerika, tetapi juga di Asia termasuk Indonesia.
Meskipun demikian, pertumbuhan dan perkembangan perusahaan
periklanan di Indonesia dari kolportir, biro reklame, biro
iklan hingga perusahaan periklanan, mempunyai perjalanan sejarah
yang sangat panjang pula. Untuk melacak kiprahnya kita perlu
menggali pula setiap periode sejarah masyarakat Indonesia.
Perkembangan sejarah periklanan, memang tidak pula dapat lepas
dari perkembangan masyarakatnya.
Apa saja aspek yang akan dicakup dan bagaimana harus disusun,
merupakan dua pertanyaan dasar ketika Penyusun memulai tugasnya.
Namun ajakan melalui iklan di beberapa penerbitan pers nasional
untuk melengkapi bahan, ternyata mendapat sambutan luar biasa
dari masyarakat. Para pelaku, pengamat maupun pemilik dokumentasi
secara bertubi-tubi menghubungi Penyusun, praktis dari seluruh
Indonesia. Bahkan juga dari Negara Belanda. Untuk semua itu,
Penyusun mengucapkan banyak terima kasih.
Buku ini diharapkan dapat digunakan oleh bukan saja para
praktisi periklanan, namun juga oleh para akademisi dan mereka
yang berminat pada masalah-masalah komunikasi dan pemasaran
pada umumnya. Karena itu, Penyusun berupaya untuk menyajikannya
secara lebih populer dan stabil lalu memberi acuan pada apa
dan bagaimana periklanan itu sebenarnya. Dengan demikian para
pembaca awam pun akan mengenal serta mempunyai pengetahuan
dan wawasan tentang iklan dan periklanan.
Sebagai buku pertama yang menulis secara menyeluruh aspek
periklanan dari masa ke masa dan dari seluruh Indonesia, buku
ini tentu masih jauh dari sempurna. Karena itu Penyusun sangat
membuka diri terhadap kritik dan saran bagi penyempurnaannya
di masa-masa mendatang. Sekaligus memohon maaf kepada segenap
sidang pembaca khususnya para penyumbang bahan, jika dalam
fakta, ungkapan atau penyajiannya terdapat hal-hal yang kurang
sempurna. Terima kasih.
|